Blog 8
Nama Muhammad Nasrul Hidayat
NIM B01219034
KPI A2
Proses Komunikasi tidak lepsa dari yang namanya sebuah hambatan, begitu pula dengan ko
munikasi lintas budaya. Terlebih lagi dengan adanya globalisasi di era zaman sekarang yang mualai meningkat menjadikan hambatan tidak hanya sepintas. Sebelum mengetahui lebih lanjut perlu untuk mengetahui pengertian dari hambatan itu sendiri Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif.
munikasi lintas budaya. Terlebih lagi dengan adanya globalisasi di era zaman sekarang yang mualai meningkat menjadikan hambatan tidak hanya sepintas. Sebelum mengetahui lebih lanjut perlu untuk mengetahui pengertian dari hambatan itu sendiri Hambatan komunikasi atau yang juga dikenal sebagai communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif.
Hambatan dapat di artikan sebagai halangan atau rintangan yang di alami secraa garis besar memenag hambatan dalam proses komuniasi anatar budaya itu seperti salah satunya noise saat berkomunikasi karena erbedaan bahasa, namaun kenyataanya ada hal hal lain juga yng meng hambat proses komunikasi antar budaya.
Hambatn hambatan komunikasi tersebut anata lain :
- Rasilialisme : Prilaku ini adanya perbedaan anata kita dan kelompok secara kulutural
- Stereotyping : Prilaku yang dpaat menjebak dalam sebuah asumsi bahwa semua orang yang ada dilama satu kelompok itu sama padahal dalam satu kelompok tersebut berbeda
- Persepsi : Persepsi sangat mempengaruhi sebuah makna dari suatu pesan. Norma dan niali kebudayaan : Nilai dapt bersifat eksplisit atau implisit dan dapat di peganga atau dilihat secara individul sebagai bagian dari pola atau sistem budaya
- Ethnocentrism : beranggapan dan menialai bahwa dalam sebuah perbedaan di anggap negatif
- Cultur Shock : kejutan timbul karea perasaan terasing, menonjol dan beberapa dari yag lain Adapun hambatan-hambatan akan terlaksananya transformasi multikulutural dicirikan sebagai berikut : 1. Fisik (Physical).
Hambatan komunikasi ini berasal dari hambatan waktu, lingkungan, kebutuhan diri, dan juga media fisik.
2. Budaya (Cultural). Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda, agama, dan juga perbedaan sosial yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya.
. Persepsi (Perceptual). Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi (sudut pandang) yang berbeda-beda mengenai suatu hal sehingga setiap budaya akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda untuk mengartika sesuatu
4. Motivasi (Motivational). Habatan ini berkitan dengan tingkat motivasi dari pendengar, maksudnya apakah pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau apakah pendengar tidak mau menerimanya.
5. Pengalaman (Experiental). Suatu jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sma sehingga setiap individu mempunyai persepsi dan konsep yang berbeda-beda dalam meliahat sesuatu.
6. Emosi (Emotional). Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui.
7. Bahasa (Linguistic). Hambatan komunikasi akan terjadi apabila pengirim pesan (sender) dan penerima pesan (receive) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan.
8. Non-Verbal. Komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi. Ekspresi wajah cukup menentukan ketika orang mau berbicara dengan orang lain. Ketika seseorang sedan dalam keadaan marah maka ekspresi akan menghalangi orang lain berbicara kepadanya.
9. Kompetisi (Competition). Hambatan terjadi ketika penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain sembil mendengar yang sedang bermain catur sambil menerima telefon maka pemain catur dalam mendengarkan pesan dari penelfon tidak akan maksimal
[1] Chaney, Lilian,Martin,
Jeanette & Martin. Intercultural Business Communication. (New Jersey:
Pearson Education, Inc, Upper Saddle River, 2004), 11 dalam Jurnal
E-Komunikasi, ed. Alvin Sanjaya, (Surabaya, UKP Surabaya, tt), 254
[1] Badudu zain 1994
Komentar
Posting Komentar