Nama : Muhammad
Nasrul Hidayat
NIM B01219034
Prodi KPI A
Semester 4
![]() |
| Foto from Google |
Komunikasi adalah
hubungan kontak antar dan antara individu maupun kelompok
dengan tujuan memberikan dan/atau menerima informasi. Chaley H.Dood (1991:5) mengungkapkan komunikasi
antarbudaya meliputi komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang
mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan
latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para peserta
(1991). [1].
Begitu juga dengan hal berdakwah anatar budaya, para da’i akan mudah dalam
memahi proses situasi dalam berdakwah berbeda budaya jika da’i mengetahui Unsur
Unsur Komunikasi Lintas Budaya. karena proses berdakwah berlangsung dalam
konteks sosial yang hidup, berkembang dan bahkan berubah-ubah setiap waktu,
situasi dan kondisi tertentu. Oleh Karena proses komunikasi yang dilakukan
merupakan dinamisator atau “penghidup” bagi proses komunikasi tersebut. Oleh
karen itu penting untuk mengetahui unsur-unsur komunikasi lintas budaya
![]() |
| Foto from Google |
Unsur unsur komunikasi [2]
a. Komunikator
Komunikator dalam komunikasi antar
budaya adalah pihak yang memperkasai komunikasi , artinya dia mengawali
pengiriman pesan tertentu kepada pihak lain yang disebut komunikan. Dalam
komunikasi antarbudaya seorang komunikator berasal dari latar belakang
kebudayaan tertentu, misalnya kebudayaan A berbeda dengan komunikan yang
berkebudayaan B.
b. Komunikan
Komunikan dalam komunikasi antarbudaya adalah pihak yang menerima pesan
tertentu. Dia menjadi tujuan/ sasaran komunikasi dari pihak lain (komunikator).
Dalam komunikasi antarbudaya, seorang komunikan berasal dari latar belakang
sebuah kebudayaan tertentu, misalnya kebudayaan B.
c. Pesan
Pesan adalah apa yang ditekankan atau yang dialihkan oleh komunikator
kepada komunikan. Setiap pesan sekurang-kurangnya mempunyai dua aspek
utama. Content dan Treatment, yaitu isi dan perlakuan. Isi pesan meliputi aspek
daya tarik pesan, misalnya kebaruan, kontroversi,argumentatif, rasional bahkan
emosional.dan daya tarik pesan saja tidak cukup, akan tetapi sebuah pesan juga
perlu mendapatkan perlakuan, perlakuan atas pesan berkaitan dengan penjelasan
atau penataan isi pesan oleh komunikator.
d. Media Dalam proses komunikasi
antarbudaya, media merupakan tempat, saluran yang dilalui oleh pesan atau
simbol yang dikirim melalui media tertulis dan 16 Ibid, hal 25-31 media massa.
Akan tetapi kadang-kadang pesan itu dikirim tidak melalui media, terutama dalam
komunikasi antar budaya tatap muka.
e. Efek dan umpan balik Manusia
mengkomunikasikan pesan karena dia mengharapkan agar tujuan dan fungsi
komunikasi itu tercapai. Tujuan dan fungsi komunikasi, termasuk komunikasi
antarbudaya, antara lain memberikan informasi, menjelaskan/meguraikan tentang
sesuatu, memberikan hiburan, memaksakan pendapat atau mengubah sikap komunikan.
Dalam proses tersebut umumnya menghendaki reaksi balikan yang disebut umpan
balik. Umpan balik merupakan tanggapan balik dari komunikan kepada komunikator
atas pesanpesan yang telah disampaikan. Tanpa umpan balik atas pesan-pesan
dalam komunikasi antarbudaya maka komunikator dan komunikan tidak bisa memahami
ide, pikiran dan perasaan yang terkadang dalam pesan terkandung dalam pesan
tersebut.
f. Suasana (Setting dan Context)
Satu faktor penting dalam komunikasi antarbudaya adalah suasana yang
kadang-kadang disebut setting of communication, yakni tempat (ruang,space) dan
waktu (time) serta suasana (sosial/psikologis) ketika komunikasi antar budaya
berlangsung.
g. Gangguan (Noise atau
Interference ) Gangguan dalam komunikasi antarbudaya adalah segala ssesuatu
yang menjadi penghambat laju pesan yang ditukar antara komunikator dengan
komunikan, atau yang paling fatal adalah menguraikan makna pesan antarbudaya.
Gangguan menghambat komunikan menerima pesan dan sumber pesan. Gangguan (noise)
dikatakan ada dalam satu sistem komunikasi bila dalam membuat pesan berbeda
dengan pesan yang diterima.
![]() |
| Foto from Google |
Budaya adalah
hal-hal yang berkenaan dengan cara hidup manusia. Manusia belajar berpikir,
merasa, mempercayai, dan mengusahakan apa yang patut menurut budayanya. Bahasa
persahabatan, kebiasaan makan, praktik komunikasi,
tindakan-tindakan social, kegiatan ekonomi, politik dan tekhnologi, semua itu
berdasarkan pola-pola budaya[3] dua orang yang berbeda latar belakang
kebudayaan karena itu memilki perbedaan kepribadian dan persepsi mereka
terhadap relasi antarpribadi. Ketika A dengan B bercakap-cakap itulah yang
disebut komunikasi antarbudaya karena dua pihak “ menerima” perbedaan diantara
mereka sehingga bermanfaat untuk menurunkan ketidakpastian dan kecemasan dalam
relasi antarpribadi. Menurunya tingkat ketidakpastian
dan kecemasan dalam relasi antarpribadi. Menurunnya tingkat ketidakpastian dan
kecemasan dapa menjadi motivasi bagi strategi komunikasi yang bersifat
akomodatif . strategi tersebut juga dihasilkan oleh karena terbentuknya sebuah
“kebudayaan “ baru (C) yang secara psikologis menyenangkan kedua orang itu.
Hasilnya adalah komunikasi yang bersifat adaptif yakni A dan B saling
menyesuaikan diri akibatnya menghasilkan komunikasi antarpribadi- antarbudaya
yang efektif
Refrensi
Alo Liliweri. Makna Budaya dalam Komuinikasi Antarbudaya. ( Yogyakarta:
PT LKIS Printing Cemerlang, 2009)
Alo Liliweri.Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. ( Yogyakarta:Pustaka
Pelajar, 2003)
Ahmad Sihabudin. Komunikasi Antar Budaya satu perspektif multidimensi,
(Jakarta : PT Bumi Aksara, 2013).
[1]
Alo Liliweri. Makna Budaya dalam Komuinikasi Antarbudaya. ( Yogyakarta: PT LKIS
Printing Cemerlang, 2009), hal 12
[2]
Alo Liliweri.Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. ( Yogyakarta:Pustaka Pelajar,
2003),Hal.24
[3]
Ahmad Sihabudin. Komunikasi Antar Budaya satu perspektif multidimensi, (Jakarta
: PT Bumi Aksara, 2013). h.19



Komentar
Posting Komentar