Nama Muhammad Nasrul
Hidayat
NIM B01219034
KPI A2
Dakwah Dalam kajian
Pola Komunikasi Lintas Budaya
Kebudayaan yang dimiliki oleh suku, etnis, dan agama turut mempengaruhi
gaya komunikasi sehingga perbedaan budaya dapat menjadi sebuah rintangan dalam
berinteraksi satu sama lain. Sebagaimana dikemukakan Cangara (2008: h.156)
bahwa terdapat rintangan budaya yang menjadi gangguan dalam berkomunikasi
dimana rintangan budaya yang dimaksud adalah rintangan yang terjadi disebabkan
adanya perbedaan norma, kebiasaan dan nilai-nilai yang dianut oleh pihak-pihak
yang terlibat dalam berkomunikasi. Dalam pola komunikasi intas budaya kita akan menenmui berbagai pola komunikasi
baik prinsip, ruang lingkup, hingga model komunikasi lintas budaya. Jika kajian
pola komunikasi lintas budaya di kaitkan dengan dakwah akan menghasilakn dakwah
yang profesional dan fleksibel.
Dalam komunikasi lintas
budaya kita perlu mengetahui prinsip prinsip nya, antara lain :
1.
Revalitas bahasa. Bahasa yang di gunakan dapat
membantu menstrkturkan apa yang kita lihat dan bagaimana kita melihatnya. Dalam
dunia dakwah, mengetahui serta faham terhadap kondisi mad’u sangatlah penting karena
jika tidak melihas kondisi mad’u baik itu dari budaya sama atau pun beda akan
menimbulkan pemahaman yang berbeda.
2.
Bahasa sebagai cermin. Dakwah baik penceramah
maupun mad’u haris peka terhadap hambatan komunikasi
3.
Mengurangi ketidak pastian
4.
Kesadaran diri akan keperbedaan budaya
5.
Interaksi awal dan perbedaan budaya
6.
Memaksimalkan interkasi
Dalam hal ini kegiatan dakwah bisa melihat komunikasi antar budaya yang berbagai macam bentuk nya. Dengan kegiatan dakwah dalam pola komunikasi antar budaya dapat lebih memaksimalkan.
Kajian kegiatan dakwah lintas budaya perlu di
barengi dengan keilmu keilmuan lainnya seperti keilmuan Sosiologi dakwah yang
perlu di pedomani. Selain itu kita juga memerlukan psikologi linats budaya yang
dimana di dalamnya membahsa tentang manusia, kultur, dan bagaimana keduanya. Psikologi
itu sendiri merupakan kumpulan keyakinan populer, secara ilmiah psikologi
berasal dari obeserbasi, pengukuran, dan evaluasi atas berbagai fenomena
psikologis.
Dalam psikoogi antar
budaya terdapat 2 kultur yakni kultur tradisional dan kultur non tradisional. Selain
itu psikologi anatr budaya terdapat Individualisme dan kolektivisme. Dan terdapat
juga independensi dan interpendensi.
Setelah mengetahui
psikologi dakwah selanutnya masuk ke dakwah sendiri. Tidak ada yang namanya
profesi dakwah yang ada semuan manusia itu sendiri bertablig. dalam dakwah mengajak
keyakinan yang benar.pola komunikasi antar budaya banyak sekali bentuk nya. Jadi
dakwah dalam pola komunikasi antar budaya itu mengajak dan membersihkan orang
lain. ibarat seperti ada kucing terpolsok kedalam parit. Sebagai seorang da’i
atau orang yang mengajak tidak mungkin hanya memerintahkan kucing untuk naik
begitu saja, mengajak tanpa ada aksi pasti kucing tidak faham. Akan tetapi
sebagai da’i yang sebeanrnya masuk kedalam parit lalu menolong kucing tersebut yang
benar. Berkorban kotor sedikit tapi berhasil menolong kucing. Seperti itulah perumpamaan
orang berdakwah. Dalam komunikasi antar
budaya tidak hanya mengajak dengan tutur kata saja akan tetapi di imbangi
dengan action atau prilaku menolong dalam linatas budaya.


ini dilengkapi akan bagus banget
BalasHapus