Nama : Muhammad Nasrul Hidayat
NIM : B01219034
Kelas : KPI A2 semster 4
Tujuan, fungsi & peranan dakwah dalam komunikasi antar budaya
Di
lihat dari berbagai aspek nya kita bisa melihat bahwa komunikasi antar budaya
mendorong terselenggaranya da
kwah islam dengan mengunakan pendekatan
berbagai komunikasi. Selain itu pudarnya
nilai – nilai Islam dari berbagai faktor seperti teknologi, ekonomi bahkan
poltik pun dapat di atasi dengan adanya dakwah Islam. Di samping itu prospek
islam akan mengadapi tatanan hal baik dari sisiekonomis, sain, dan teknologi
dan etis-religius.dalam linta antar budaya kita dapat menemukan pengelaman cultur
shok yang di mana orang akan mearasa kaget terhadap kebiasan budaya yang
berbeda, seperti halnya ketika kita pergi ke pantai amerika yang dimana
kebiasaan orang amerika hanya menggunkann bikin, beda hal nya dengan di
Indonesia. Begitu juga sebaliknya dengan agama
Dalam
komunikasi dakwah sendiri merupakan komunikasi pesan yang berisi sebuah ajakan
kepada jalan yang benar khusunya agama Islam. Dalam kegiatan dakwah tidak dapat
di pisahkan di yang namanya sebuah komunikasi baik persolan maupun lain
sebagainya, baik dari kalangn muslim maupun kalangan non-muslim. Oleh sebab itu
dakwah dalam komunikasi anatar budaya mempunyai peran penting serta tujuan dan
fungsi yang jelas. Fungsi, Peran dan tujuan tersebut anata lain :
Tujuan dakwah dalam komunikasi
antar budaya anatara lain gar Islam lebih
fleksibel dan mudah di terima oleh berbagai kalangan dalam berbagai hal. Islam
yang kaku atau hanya terpaku hanya dalam satu pandangan akan sulit untuk di
terima oleh masyarakat, misalnya saja, ada sekelompok organisasi yang merasa
paling benar, sempurna. Ketika mendapati organisasi lain yang berbeda
prespektif, kemudian mengolok” nya dan lain sebagai nya. Selain itu fungsi dari
dakwah antar budaya yakni :
- ·
Mengenalkan
nilai niali ajaran Islam kepada masyarakat yang berbagai latar belakang berbeda
- ·
Menjelaskan
tentang sebuah proses dakwah
- ·
Menjadi
perantara komunikasi antar budaya
- ·
Menjadi
pengawas komunikasi antar budaya
Fungsi dakwah dalam komunikasi antar
budaya untuk mengajak kepada jalan Allah Swt dengan metode ilmiah, sehingga
dapat memahami, memprediksi, menjelaskan, dan mengontrol persoalan dakwah.
Bahwa
menurut beliau komunikasi antar budaya memiliki Fungsi sosial, diantaranya :
- 1. Sosialisasi
Nilai Sosialisasi nilai merupakan fungsi untuk mengajarkan dan mengenalkan
nilai-nilai kebudayaan suatu masyarakat kepada masyarakat lain.
- 2. Menjembatani Dalam poses komunikasi antar peibadi, termasuk komunikasi antar budaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan diantara mereka. Fungsi menjembantani itu dapat terkontrol melalui pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna yang sama.
- 3. Pengawasan
Praktik komunikasi antar budaya diantara komunikator dan komunikan yang berbeda
kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi antar
budaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan perkembangan tentang
lingkungan (Liliweri, 2011. 9). [1]
Dengan
adanya ketiga fungsi komunikasi antar budaya tersebut, komunikasi antar budaya
dapat dijadikan sebagai ilmu bantu dalam mengembangkan ilmu dakwah. Dalam hal
ini yang dimaksud adalah 28 | Masykurotus Syarifah – Budaya dan Kearifan Dakwah
Dakwah Syu’ubiyah Qabailiyah (dakwah antar suku, budaya dan bangsa), dimana
Da’i dan mad’u berbeda suku dan budaya dalam satu kesatuan bangsa atau pun
berbeda bangsa (Enjang, 2009. 69).[2]
Tujuan studi dari komunikasi antar budaya menurut Litvin
bersifat kognitif dan afektif, yaitu untuk mempelajari keterampilan komunikasi
yang membuat seseorang mampu menerima gaya dan isi komunikasinya sendiri
(Mulayana, 1998. xi). Tentunya
dengan terlebih dahulu kita perluas dan perdalam pemahaman kita terhadap
kebudayaan seseorang tersebut.
Dalam
dakwah anatar budaya memmiliki 3 metoder untuk berdakwah, antara lain :
- 1. Istinbati : Suatu penalaran penjelasan dengan menggunakan Al Qur’an dan Assaunnah
- 2.
Iqtibasi
: Suatu penalaran menjelaskan dengan cara meninjau produk para dakwah dari
sumber Al-Qur’an dan Assunnah, dan juga dari displin ilmu lain
- 3.
Istiqro’i
: Suatu penalaran menjelaskan dengan menggunakan sebuah prosedur
Aksiologi dakwah antar budaya
- ·
Memberi
wawasan dan mempertegas material
- ·
Membantu
dan mempermudah dakwah dalam lintas budaya
- ·
Memberi
acuan Amar Ma’ruf nahi Munkar
- ·
Memberi
kebenaran ayat dalam Firman Allah tentang keberagaman mahluk ciptaan-Nya
Peranan
dakwah antar budaya akan selalu di hadapkan dengan variabel da’i dan mad’u. Dalam
dakwah antar budaya sangat perlu di perhatikan setap kata yang ingin di kelurkan,
apabila salah dalam memberikan kata yang salah sedikit saja akan bisa berakibat
besar dalam perpecahan
Peranan Dakwah Dalam Komunikasi Antarbudaya
Peranan dakwah sangatlah penting dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada serta sebagai sarana penyampaian konsep, tujuan, etika dan keyakinan khususnya berkaitan dengan keagamaan dan kebudayaan itu sendiri. Selain itu, dakwah juga berperan sebagai penggagas yang akan memperkuat asas atau dasar masyarakat sesuai tuntunan al-Qur’an dan Sunnah Rasul, penggerak kepedulian individu terhadap lingkungan sosial, penyuluh yang akan menjawab keraguan umat dalam menghadapi persoalan kehidupan, juga sebagai perekat ukhuwah manusia terlebih masyarakat Indonesia yang multikultural. Adapun peran para da’i dalam menyampaikan risalah dakwah, yakni mendorong para ilmuan dan praktisi dakwah memberikan pertimbangan dan acuan untuk menyeleksi dakwah yang ma'ruf dan mungkar, mendorong ilmuan dan praktisi dakwah serta umat Islam untuk memiliki sikap mental dan perilaku yang arif dalam menghadapi dinamika dan keberagaman dakwah, memberikan kebenaran ayat-ayat yang teramati dalam kenyataan empiris keberagaman budaya dengan ayat-ayat dalam firman Allah tentang keberagaman makhluk sebagai ciptaan-Nya.
[1]
Liliweri, Alo. 2011. Dasar-dasat komunikasi antar budaya. Yogyakarta : Pustaka
Pelajar.
[2]
Enjang, Aliyudin. 2009. Dasar-dasar ilmu dakwah. Bandung : Widya Padjadjaran
Komentar
Posting Komentar