Basis dan pendekatan dalam Dakwah
Multikulturan
Basis
dan pendekatan merupakan 2 hal yang tidak dapat di pisahkan dalam dakwah
multikultural, mengapa demikian sebab dari keduanya saling mengandung
keterkaitan satu sama lain. multikultural merujuk kepada konsep kebinekaan yang
bersifat multi dimensi yang meliputi aspek bahasa, warna kulit, budaya, suku,
etnis, bangsa, dan agama. Bisa kita lihat multikultural merupakan kehendak dan
Sunnatullah bagi kehidupan manusia. Kita dapat melihat dalam QS. Al-Hujarat: 13
“Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling
mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa di antara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal”.
Penggalan
pertama ayat di atas sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan adalah pengantar untuk menegaskan bahwa semua manusia
derajat kemanusiaannya sama di sisi Allah, tidak ada perbedaan antara satu suku
dengan yang lain. Allah Swt menciptakan mahluknya ( manusia ) berbeda beda
saku, ras dan bangsanya supaya setiap mahluknya bisa saling mengenal satu sama
lain.
Pendekatan
dakwah multikultural
Secara
singkat pendekatan dakwah merupakan titik tolak ukur pandang dalam dakwah. Pada
umumnya, penentuan pendekatan dakwah didasarkan pada mitra dakwah dan suasana
yang melingupinya. Dalam bahasa lain, pendekatan dakwah harus tertumpu pada
pandangan human oriented, dengan menempatkan pandangan yang mulia atas diri
manusia sebagai mitra dakwah.
1. Untuk saling mengenal
(al-ta’aruf)
2. Untuk saling mengerti
(al-tafahum)
3. Untuk saling mengasihi
(al-tarahum)
4. Untuk membangun solidaritas
(al-tadhamun)
5. Untuk hidup bersama secara damai
(al-ta’ayusy al-silmi).
Di dalam dakwah multukultural
setidaknya harus ada lima macam pendekatan :
- menekankan
agar target dakwah lebih diarahkan pada pemberdayaan kualitas umat dalam
ranah internal, dan kerja sama serta dialog antar-agama dan budaya dalam
ranah eksternal
- ranah
kebijakan publik dan politik, dakwah multikultural menggagas ide tentang
kesetaraan hak-hak warga negara (civil right), termasuk hak-hak kelompok
minoritas. Tujuan dari program dakwah ini, terutama dimaksudkan agar
seluruh kelompok etnis dan keyakinan mendapat pengakuan legal dari negara
dari satu aspek, dan bebasnya penindasan atas nama dominasi mayoritas dari
aspek yang lain.
- dalam
ranah sosial, dakwah multikultural memilih untuk mengambil pendekatan
kultural ketimbang harakah (salafi jahidy). Seperti telah disinggung,
bahwa pendekatan multikultural sejatinya merupakan kelanjutan dari
pendekatan dakwah kultural dengan perbedaan pada tingkat keragaman dan
pluralitasnya.
- konteks
pergaulan global, dakwah multikultural menggagas ide dialog antar-budaya
dan keyakinan (intercultur-faith understanding). Dalam merespons fenomena
globalisasi yang sedikit demi sedikit menghapus sekat-sekat antar-budaya
dan agama sekarang ini, dakwah multikultural, seperti diusulkan Mulkan,
merasa perlu membangun “etika global” yang digali dari sumber etika
kemanusiaan universal yang terdapat dalam seluruh ajaran agama
- terkait
dengan program seperti ini dalam poin keempat, para penggagas dakwah
multikultural, merasa perlu untuk menyegarkan kembali pehamaman
doktrindoktrin Islam klasik, dengan cara melakukan reinterpretasi dan
rekonstruksi paham Islam, sesuai dengan perkembangan masyarakat
global-multikultural.
Kesimpulannya
Kita
bisa mengambil pont penting dalam sebuah kesimpulan, bahwa dalam sebuah dakwah
multikultural semua nya mengacu pada uapaya untuk menicptakan sebuah
keharmonisan di tengah tengah keberagaman suku dan budaya, selain itu dalam
basis dakwah multikultural juga sangat berguna untuk mengendalikan diri dan
bertolerenasi terhadap segala bentuk perbedaa dalam masyarakat.
Dalam
pendekatan dakwah multukultural tidak lepas dari yang namanya pesan pesan,
karena dalam konteks hal ini dakwah merupakan untuk agama islam jadi dalam
sebuha pendekatan, mengedapankan sebuah pesan pesan yang mengajak untuk memeluk
islam. Selain itu dalam pendekatan terhadap rasa suku dan budaya yenag berbeda
bisa di lakuakn dengan menggunakan pendekatan berdialaog guna mencari titik
tengah atau sebuh kesepakatan,
Dalam
ranah basis dakwah multukultural sendiri dalam kitab suci Al Qur’an sudah di
sebutkan yang menegaskan bahawa fakta multikultural umat manusia yang bergam
dan berbeda satu sama lain merupakan sebuha kehendak Allah sekaligus sunnatullah.

Komentar
Posting Komentar