MAKALAH STUDI – AL QUR’AN
Oleh
Muhammad Nasrul Hidayat ( B0121**** )
Kelas A2
DOSEN PENGAMPU
Prof.Dr.Moh. Ali aziz, M.Ag
ASISTEN DOSEN
Ati. Nursyafa’ah M Kom.I
PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2019
KATA PENGANTAR
Pertama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidyah-nya, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, Keluarganya, dan para sahabatnya.
Tujuan pembuatan tugas makalah ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Studi al-Quran.
Saya mengucapkan trimakasih kepada prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag selaku dosen mata kuliah studi al-Quran, yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan makalah ini. Trima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu selama proses pembuatan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam makalh ini. Karena itu, saran dan kritik yang membangan senantiasa saya harapkan demi perbaikan makalah ini di massa mendatang. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca
Surabaya, Agustus 2019
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................2
B. Rumusan Masalah............................................................2
C. Tujuan...............................................................................3
BAB II PEMBAHASA
A. Pengertian Al-Quran........................................................4
B. Pendapat para Ulama’ Tentang al-Quran.........................9
C. Nama-nama lain al-Quran, Sifat & alasannya.................12
D. Sifatnya al-Quran............................................................12
E. Alasan Penamaan dalam al-Quran...................................13
F. Pengertian Ulumul Qur’an...............................................14
BAB III Kesimpulan.....................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................18
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Quran merupakan kitab suci yang masih terjaga masih samapai sekarang. Al-Quran merupakan sumber hukum islam yang harus di pedomani, dan diikuti oleh masyarakat musllim
Asal usul al-Quran yakni yang di turunkan kepada Nabi dan rosul terakhir melalui malikat jibril a.s. sungguh betapa mulianya kitab suci al-Quran. Mulai dari susunan katanya isinya dan kaidanya membuat orang muslim dan orang non muslim pun penasaran untuk mengngkapnya
Dari sinilah muncul berbagai karangan dari para pengagum al-Quran berusaha untuk menanggapi tantangan yang di sodorka oleh al-Qur;an sejak berabad abad lalu.
Al-Quran sebagai pedoman hidup umat islam berisi pokok pokok ajaran yang berguna sebagai tuntunan manusia dalam menjalani kehidupan, al-Quran bisa disebut juga sebagai umm al kitab karena isi kandungan surat alfatihah mengkoomodasi keseluruh isi kandungan al-Quran
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian secara bahasa al-Quran?
2. Apa pengertian secara istilah al-Quran
3. Apa Nama-nama lain al-Quran dan sifatnya?
4. Mengapa al-Quran mempunyai nama lain?
5. Apa pengertian ulmu al-Quran?
6. Apa perbedaan al-Quran dengan ulmul Qur’an?
7. Bagaimana pendapat para ulama’ tentang definisi al-Quran
C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian al-Quran secara bahasa
2. Mengetahui pengertian al-Quran secara istilah
3. Mengetahui nama nama lain al-Quran
4. Mengetahui alasan, sifat, nama lain dari al-Quran
5. Mengetahui pengertian ulmu Qur’an
6. Mengetahui Perbedaan al-Quran dengan 6. ulmu Qur’an
7. Mengetaui pendapat para ulama’ tentang definis al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Al-Quran
Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba hambanya-nya. Dengan agama islam ini pula Allah menyempurnakan nikmat atas manusia. Allah hanya meridhoi islam sebagai agama yang harus meraka peluk.[1]
Al-Quran sebagai firman Allah SWT, merupakan bahasa Tuhan yang kualitasnya lebih sempurna dari bahasa manusia. Oleh karena itu,tidak mudah memahami al-Quran secara utuh dan sempurna, Kecuali Nabi Muhammad SAW, sang penerima wahyu yang dapat berkomunikasi secara langsung dengan malaikat Jibril, penyampai wahyu
Al-Quran adalah kalam Allah yang tiada tandingannya ( mu’jizat ), di turunkan kepada nabi Muhammad SAW, penutup para nabi dan Rosull dengan perantara malaikat Jibri; a.s, di mulai dengan surat Al-fatihah dan di akhiri surat An-Nash, dan di tulis dalam mushaf mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir ( oleh banyak oarng ) serta mempelajari merupakan suatu ibadah. Definisi tersebut telah disepakati oleh para ulama’ dan Ahli Usul. Allaah menurunkan al-Quran agar dijadikan undang undang bagi umat manusia dan petunjuk atas kebenaran rosul dan penjelas atas kenabian dan ke Rasulannya, juga sebagai alasan ( Hujjah ) yanng kuat di hari kemudian bahwa al-Quran itu benar benar diturunkan dari zat yang mahabijaksana lagi terpuji. Nyatalah bahwa al-Quran adalah mukjizat yang abdi yang menundukkan semua generasi dan bangsa sepanjang masa.[2]
Banyak pendapat tentang al-Quran. Namun nama nama paling popular adalah Al-Quran, yang merupakan bentuk masdar dari qa-ra-a, sehingga kata al-Quran dimengerti oleh setiap orang sebagai nama kitab suci yang mulia
Adapun pendapat yang lain[3] Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun dan qra’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Qur’an pada mulanya seperti qira’ah, yaitu masdar (infinitif) dari kata qara’a, qira’atan, qur’anan. Allah berfurman :
Q.S al-Qiyamah [ 75 ] : 17-18
إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ, فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ,
“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.”
Qur’anahi dia ini berart Qira’atuhu (bacaannya/cara membacanya) jadi kata itu adalah masdar menurut waazan “ fu’lan” dengan voakal “u” sepeerti Gufran dan Syukur. Qur’an dikhususkan sebagai nama bagi kitab yang diturunakan kepada nabi Muhammad SAW, sehingga Qur’an menjadi khas nama kitabitu, sebagai nama diri. Dan secara gabungan kata itu dipakai untuk nama Qur’an secara keseluruhannya, begitu juga untuk penamaan ayat-ayatnya. Maka jika kita mendengar orang membaca ayat Qur’an, kita boleh mengatakan bahwa ia sedang membaca al-Quran
Q.S al-A’raf/ 7 : 204
وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”
Sebagian ulama’ menyebutkan bahwa penamaan kitab ini dengan nama al-Quran di antara kitab-kitab Allah itu karena kitab ini mencakup ini dari kitab-kitabnya, bahkan mencangkup inti dari semua ilmu. Hal ini diisyaratkan dalam firmanya :
Q.S an-Nahl/16 : 89
وَيَوۡمَ نَبۡعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٖ شَهِيدًا عَلَيۡهِم مِّنۡ أَنفُسِهِمۡۖ وَجِئۡنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِۚ وَنَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَٰبَ تِبۡيَٰنٗا لِّكُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ وَبُشۡرَىٰ لِلۡمُسۡلِمِينَ
“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”
Qur’an memang sukar diberi batasan dengan definisi definisi logika yang mengkelompokan segala jenis, bagian bagian serta ketentuan ketentuan yang khusu, mempunyai genus diferrentia & propium, sehingga definisi al-Quran mempunyai batasan yang benar benar kongrit. Defini yang kongkrit untuk al-Quran ialah menghadirkannya dalam dalam pikiran atau realita seperti misalnya kita menunjuk sebagai al-Quran kepada yang tertulis didsalam mushaf atau yang terbaca dengan lisan. Untuk itu kita katakan Qur’an adalah apa yang ada diantara dua jilid buku, atau kita katakan juga : Qur’an ialah Bismillahir rahmanir rahim, al-hamdhu lillah rabbil ‘alamin sampai dengan Minal jinnati wan-nas
Para ulama menyebutkan definisi Quran yang mendekati maknanya dan membadakan dari yang lain dengan menyebutkan bahwa. “Quran adalah kalam atau firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW yang pembacaannya merupakan ibadah.” Dalam defini kalam. “kalam” merupakan kelompok jenis yang meliputi segala kalam. Dan dengan menhubungkanya kepada Allah (kalamullah) berarti tidak termasuk kalam manusia, jin dan malaikat.[4]
Adapun pendapat lain[5] bahwa al-Quran adalah salah satu kitab yang telah diturunkaan oleh Allah SWT kepada hambanya yang termulia, Nabi Muhammad SAW. Al-quran diturunkan untuk seluruh umat manusia secara universal. Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 185
Pendapat dari sumber lain[6] menyebutkan bahwa definisi al-Quran sacara etimologis, para ulama’ berbeda pendapat tetang pengertian al-Quran. Al-Syafi’I (150-204 H/767-820 M) berpandangan bahwa kata al-Quran baukan isim mustaq dan bukan pula mahmuz melainkan isim murtajal, yaitu isim yang sejak semula telah terbentuk. Oleh karena itu, kata al-Quran tidak bisa lepas dari al ayau alif lam. Al-Quran adalah nama khusu yang digunakan untuk kitab suci yang di berikan kepada Nabi Muhammad SAW, sebgaiman nama taurat dan Injil yang diberikan kepada Musa dan Isa.
Qur’anah disini berarti qira’atuhu ( bacaannya/cara membacanya) jadi kata itu adalah masdar menurut wazan ( tafsirkojungsi) “fu’lan
Dalam pengertian istilah, arti utama al-Quran adalah firman Allah SWT. Namun, arti ini perlu ditambah beberapa batasan yang terkait dengan al-Quran yaitu :
1. memiliki kehebatan yang luar biasa hingga mampu melemahkan lawan yang hendak menandinginya
2. diturunkan kepada nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rosul terakhir
3. terima nabi SAW dari Allah SWT melalui perantara malaikat jibril
4. tertulis dalam lembaran lembaran yang kemudian di bukukan
5. umat islam menerimanya dari nabi SAW melalui banyak orang yang terpercaya secara terus menerus antar generasi
6. membacanya dengan lisan ma upun pikiran bisa dinilai ibadah
7. menjadi pedoman hidup bagi umat ,manusia, sekaligus bukti atas kenabian Nabi Muhammad SAW
8. menggunakan bahasa arab atau bahasa lain yang diserap sebagai bahsa arab.
B. Beberapa keutamaan al-Quran
Sungguh banyak hadist yang menunjukan kelebihan al-Quran dan keagungannaya. Di antaranya ada yang berhubungan dengan keutamaan mempelajari dan mengajarkannya, ada yang berhubungan dengan keutamaan keutamaan membaca dan memperhatikannya dan , pemantapannya. Selain itu tidak sedikit pula tertera dalam dalam kitab Allah SWT tentang ayat-ayat yang menyerukan kepada orang-orang mukmin untuk menghayati dan menerapkan hukum hukumnya, disamping seruan untuk mendengarkan bacaanya dengan penuh perhatian ketika dibacakan aya al-Quran. Berikut ini akan di kemukakan ayat-ayat dan hadis tersebut.
1. Q.S Fathir: 29
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”
2. Q.S Al-A’raf : 204
وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ
“Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.”
3. Q.S Muhammad: 24
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci.”
C. Pendapat para Ulama’ Tentang al-Quran
Berkaitan dengan pengertian kata Al-Quran, para ulama’ berselisih pendapat, di antaranya :
a). Al Lihyani, seorang ahli bahasa ( wafat 215 H), berpendapat bahwa kata wa al-Quran merupakan kata benda ( masdar ) dari kerja ( fi’il) yang berarti membaca/bacaan
b). Al Fara’ : seorang ahli bahasa dan pengarang kitab Ma’anil Qur’an ( wafat tahun 207 H ), berpendapat bahwa kata al-Quran berasal dari kata ( al-Qoro’in ) jamak dari ( Qorinah) I yang erarti indikator ( pettunjuk ). Hal itu dikarenakan sebagian ayat ayat al-Quran itu serupa sama lain, sehingga seolah olah sebagian ayat ayat itu merupakan indikator ( petunjuk ) dari yang di maksud oleh ayat lain yang serupa.
c). Al-Ash’ari seorang ahli ilmu kalam aliran sunni ( wafat 324 H ), kata al-Quran berasal dari kata ( qorona ) yang berarti menggabungkan. Dikarenakan surat dan ayat ayat al-Quran itu telah digabungkan antara satu dengan yang lain menjadi Satu
d). Az-zajjaj, kata al-Quran berasal dari kata ( al qor’u ) yang berarti Himpunan. Hal itu berdasarkan kenyataan ahwa al-Quran telah menghimpun inti kitab kitab suci terdahulu.
Berbeda dengan pendapat-pendapat yang di atas ash-Shafi’I berpendapat, bahwa kata al-Quran merupakan nama diri yang diberikan oleh Allah SWT kepada kitab suci yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW sebagaimana dengan penamaan kitab Taurat, Zabur, Injil, dengan demikian, ia bukan merupakan kata bentukan ( mustaq ) dari kata tertentu.[7]
Menurut Subhi as-Salih dari berbagai pendapat di atas, pendapat al-lihyani yang di dukung oleh jumhur ulama’ adalah paling kuat. Dengan dasar bahwa al-Quran sendiri telah mempergunakan kata ( qur’an ) tanpa ( al ) denhan arti bacaan.
Secara terminologis, para ulama’ memberi rumusan definisi yang beragam tentang al-Quran di antaranya :
a. menurut as sabunny adalah
“Al-Quran aadalah kalam Allah SWT.yang diturunkan kepada nabi dan Rosul terakhir melaluimalaikat jibril a.s yang tertulis dalam mushaf dan sampai kepada kita dengan jalan tawatur (mutawatir), membacanya merupakan ibadah yang diawali dengan surat al faihah dan din akhiri dengan surat an-Nas” [8]
b. menurut az-zarqoni
“ l-Quran adalah kalam yang mengandung mukjizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw, tertulis di dalam mushaf, dinukilkan dengan cara mutawatir, dan membacanya adalah ibadah.”
Adapaun pendapat lain[9] yang mengemukakan pendapat para ulama’
a. Menurut Imam Jalaluddin al-Suyuthy seorang ahli Tafsir dan Ilmu Tafsir di dalam bukunya :
“Itmam al-Dirayah” menyebutkan: “Al-Quran ialah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.untuk melemahkan pihak-pihak yang menantang- nya, walaupun hanya dengan satusurat saja dari padanya”.
b. Muhammad Ali al-Shabuni menyebutkan pula sebagai berikut :
“Al-Quran adalah Kalam Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan malaikat Jibril a.s dan ditulis pada mushaf- mushaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah, yang dimulai dengan surat al-Fatihah dan ditutup dengan surat an-Nas.”
c. As-Syekh Muhammad al-Khudhary Beik dalam bukunya :“Ushul al-Fiqh” “Al-Kitab itu ialah al- Qur’an, yaitu firman Allah Swt. yang berbahasa Arab, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. untuk dipahami isinya, untuk diingat selalu, yang disampaikan kepada kita dengan jalan mutawatir, dan telah tertulis didalam suatu mushaf antara kedua kulitnya dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas”
Dari dua rumusan difinisi al-Quran di atas memberi gambaran kepada kita tentang karateristk dari al-Quran yaitu : a) kalam Allah, b) mengandung mukjizat, c) iturunkan kepada nabu Muhammad saw, d) melalui malaikat jibril, e) tertulis dalam mushaf, f) disampiakan
Dalam bidang pendidikan, al-Quran menuntut bersatunya kata dengan sikap. Karena itu, keteladnan para pendidik dan tokoh masyarakat merupakan salah satu andalannya.[10]
D. Nama-nama lain al-Quran, Sifat & alasannya
Nama-nama lan dari al-Quran menurut sebagian /ulama’ sangat banyak. Al-Zarkasyi’ dalam al-Burhan, mengemukakan nama-nama dari al-Quran tersebut di ambil dari al-Qodhi al-Ma’ali azizi bin ‘Abd al-Malik. Tiap tiap nama di dukung dengan ayat al-Quran[11]
Nama-nama al-Quran
No.
|
Nama
|
Redaksi ayat
|
Surah
|
1
|
Kitab
|
وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ/ حمٓ
|
Al-dukhan [44]: 1-2
|
2
|
Qur’an
|
هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ
|
Al-Waqi’ah [56]
|
3
|
Huda
|
هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّلۡمُحۡسِنِينَ
|
Luqman [31]: 3
|
4
|
Rahmah
|
قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُوا
|
Yunus [10] :58
|
5
|
Furqon
|
تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِ
|
Al-furqon [25]: 1
|
6
|
Al-syifa’
|
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ
|
Al isra’ [17]82
|
7
|
Mau’izhah
|
قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ
|
Yunus [12] : 57
|
8
|
Dzikra
|
وَهَٰذَا ذِكۡرٞ مُّبَارَكٌ أَنزَلۡنَٰهُۚ
|
Al-Anbiya’ [21] : 50
|
9
|
Hakim
|
الٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡحَكِيمِ
|
Yunus [12] : 1-2
|
10
|
Mubarak
|
كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ
|
Shad [38] : 29
|
E. Sifatnya al-Quran
Sekali pun penamaan ini dicampur dengan antara nama dan sifatnya. Misalnya penamaan al-Quran dengan al-‘ali, al-Majid, al-‘Aziz, al-‘Arabi. Namun apapun nama yang dinisbatkan kepada al-Quran, yang pasti adalah berasal dari kalam illahiyang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dan membacanya bernila ibadah bagi umat islam.
Adapun pendapat lainya[12] Allah talah melakiskan quran denagn beberapa sifat diantaranya:
1. Nur (cahaya)
2. Hud (prtunjuk)
3. Mubin (yang merangkap)
4. Mubarak (yang diberkati)
F. Alasan Penamaan dalam al-Quran
Dari sekian banyak penamaan bagi al-Quran , sifat tiga diantaranya mashur dikenal dikalangan umat islam, yaitu:
Pertama, al-Quran terkenal dengan sebutan al-Furqon. Kata ini berasal juga dari bahasa Aramia, berarti memisahkanatau membedakan. Penamaan dengan nama al-Furqon mengidikasikan bahwa al-Quran sebagai pembeda antara yang benar ( al-haq ) dan yang salah ( al-bathil). Allah berfirman : “mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqon kepada hambanya agar dia menjadi pemberi peringatan kepada alam semesta[13]
Kedua, al-Quran juga disebut sebagai al-Dzikir. Kata ini murni berasal dari kata bahasa arab yang berarti kemuliaan. Allah SWT berfirman:
“ Sesungguhnya kamilah yang menurukan al-Dzikir ( al-Qur;an )dan sesungguhnya kamilah yang benar benar akan menjaganya”[14]
Ketiga, Al-Quran juga dinamakan ddngan tanzil, lafdz ini murni dari bahasa arab, yang berarti sesuatu yang diturunkan. Yang mengisyaratkan bahwa wahyu wahyu Allah yang diturunakan kepada nabi Muhammad SWT : “ dan al-Quran ini tanzil di turunkan dari tuhan semesta alam.”
Keempat, alasan dinamainya al-Quran ialah karena banyak kata al’Qur’an terdapat dalam ayat, antara lain firman Allah SWT :
Q.S Qaff: 1
قٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡمَجِيدِ
“Qaaf Demi Al Quran yang sangat mulia.”
G. Pengertian Ulumul Qur’an
Secara etimonologi ulmul al-Quran terdiri dua kata yaitu ulumu dan a-Qur;an. Ulum adalah jamak dari al-‘ilm yang berarti ilmu, maka ulum berarti ilmu ilmu. Sedangka kata al-Quran secara harfiah berasal dari kata qara’a yang berarti membaca atau mengumpulkan. Kedua makna ini mempunyai maksud yang sama ; membaca berarti juga mengumpulkan sebab orang yang membaca bekerja mengmpulkan ide ide atau gagasan yang terdapat dalam sesuatu yang ia baca. Maka perintah membaca dalam al-Quran, seperti yang terdapat dalam awal surah al-alaq, bermakna bahwa Allah menyuruh umat islam mengumpulkan ide ide atau gagasan yang terdapat dalam alam raya atau dimana saja, dengan tujuan agar si pembaca melalui gagasan, bukti atau ide yang terkumpul dalam pikirannnya itu, memperoleh suatu kesimpulan bahwa segala yang ada ini diatur oleh Allah.
Berdasarkan pengertian di atas, maka secara bahasa kata ulum al-Quran dapat diartikan kepada ilmu ilmu tentang al-Quran
Secara terminologi berarti kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw melalui malaikat jibril, sampaikan kepada kita secara mutawatir. Di mulai dengan surah al fatihah dan diakhiri dengan surah an nas dan dinilai ibadah berpahala bagi setiap orang yang membacanya.
Jadi ulumul qur’an secara istilah bermakna “segala ilmu yang membahas tentang kitab yang di turunkan kepada nabi Muhammad yang berkaitan dengan turun, bacaan, kemukjizatan dan lain sebagainya”.
Adapaun pendapat lain[15] seluruh pembahsasan yang berhubungan dengan Al-Quranul Majid yang abdi, baik dari segi penyusunnya, pengumpulannya, sistematikanya, perbedaan antara surat makiyyah dan madaniyyah, pengertahuan tentang nashkh dan manshukh, sert pembahsan lain yang berhubungan dengan al-Quranul azim.
Adapun yang mengenai defini ulumul Qur’an berdasarkan istilah para ulam’mengungkapkan dengan redaksi yang tidal terlalu berbeda sebgaimana di jelaskan berikut ini[16] :
1. Menurut Manna al-Qathan : Ulumul Qur’an adalah ilmu yang mencangkup pembahasan yang berkaitan dengan al-Quran dari sisi informasi tentang asbab al-nuzul ( sebab sebab turunnya al-Quran), kodifikasi dan tertib penulisan al-Quran, ayat ayat yang diturunkan dimekkah dan ayat ayat yang diturunkan di madinah dan hal hal lain yang berkaitan dengan al-Quran
2. Menurut al-zarqani : Ulumul qur’an adalah beberapa pembahsan yang berkaitan dengan al-Quran dari sisi turun, urutanpenulisan, kodifikasi, cara membaca, kemukjizatan, nasikh, mansukh, penolakan hal hal yang dapat menimbulkan keraguan terhadapnya serta hal lainnya
3. menutut Abu Syabbah : Ulumul Qur’an adalah ilmu yang memiliki objek pembahasan yang berhubungan dengan al-Quran, mulai dari proses penurunan, urutan penulisan, muhkam mutasyabih, serta pembahasan lainnya
4. Munurut Ash-Shabunny : Ulumul Qur’an adalah seluruh pembahsan yang berhubungan dengan al-Quran al Karim yang abdi, baik dari segi penyusunannnya, pengumpulannya, sistematikanya, perbedaan surat makkiyah dan madaniya, pembahasan ayat ayat yang muhkamat dan mutasybihad, serta pembahasan lain yang berhubungan dengan al-Quran al-Majid
Definisi definisi tersebut diatass telah disepakati oleh para ulam’ dari ushuk serta mempunyai maksud yang sama meskipun dengan redksi yang agak berbeda, bahkan mereka sependapat bahwa Ulumu; Qur’an adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan al-Quran dan pembahasan itu menyangkut materi materi yang selanjutnya menjadi pokok pokok bahsan Ulumul Qur’an.
F. Perbedaan al-Qur’an dengan Ulumul Qur’an
Ulumul al-Quran merupakan ilmu untuk memahami al-Quran. Ilmu atau alat yang dipergunakan tidak hanya cukup satu, tetapi sangat banyak, maka muncul istilah ulumul al Qur’an. Kata ulumu jamak dari ‘ilm, artinya al-fahm wa al-idrak ( paham dan menguasai ).[17]
Sedangkan al-Quran adalah hasil wahyu, bukan ilham. Ketika menerima wahyu al-Quran badan nabi SAW terasa berat hingga keringatnya bercucuran. meski demikian nabi SAW senang menerimanya. Jadi perbedaan pada keduanya terletak di fungsinya. Yakni ulumul qur’an untuk mengetahui ilmu ilmu al-Quran sedangkan al-Quran adalah wahhyu dari Allah Swt
BAB III KESIMPULAN
Kesimpulan bahwa Al-Quran sebagai firman Allah SWT, merupakan bahasa Tuhan yang kualitasnya lebih sempurna dari bahasa manusia bahwa al-Quran merupakan kitab suci yang di turunkan kepada nabi Muhammad SAW untuk para umat. Al-Quran adalah kalam Allah yang tiada tandingannya ( mu’jizat ), di turunkan kepada nabi Muhammad SAW, penutup para nabi dan Rosull dengan perantara malaikat Jibri; a.s. banyak pendapat ulama’ yang menyebutkan deifinisi al-Quran anatar lain : Al Lihyani, Al fara’, Al Ash’ari, Az-zajjaj, As sabunny, Az Zarqoni, Imam Jalaluddin al-Suyuthy, -Syekh Muhammad al-Khudhary Beik. Meskipun berbeda pendapat tentang mendfinidikan al-Qur’an tetapi mereka tetap sepakat bahwa al-Qur’an adalah kalam Allah SWT.
Nama-nama lain dari al-Quran salah satunya : al-Furqan, Adz Dzikir, Tanzil, al-Qur’an. Alasan penamaan semua ini di dasari dengan ayat ayat al-Quran.
Sedangkan ulumul quran banyak versi juga yang menyebutkan salah satunya Manna al-Qathan : Ulumul Qur’an adalah ilmu yang mencangkup pembahasan yang berkaitan dengan al-Quran dari sisi informasi tentang asbab al-nuzul ( sebab sebab turunnya al-Quran)
Sedangakan perbedaan al-Quran dengan ulumul Quran yakni ada pada pembahasannya ulumul Quran adalah mempelajari tentang al Quran sedangkan al-Quran adalah kitab suci yang di turunkan oleh Allah Swt kepada nabi
Muhammad Saw melalui perantara Malaikat Jibril a.s.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Ash-Shabuunniy Muhammad, “Studi Ilmu al-Quran, Bandung, Pustaka Setia, 392 hlm
Ali Aziz Moh, Mengenal Tuntas al-Quran, Surabaya, 2018, Imtiyaz, 206 hlm
Al-Qattan Manna’ Khalil, Studi Ilmi-Ilmu Qur’an, Bogor, 2016, Litera AntarNusa, 571 hlm
Drajat H. Amroeni, Ulumul Qur’an, tapos-Cimanggis, 2017, KENCANA, 230 hlm
HM Sahid, “’Ulum Al-Quran”, Pustaka Idea, Surabaya, 2016, 150 hlm
Kadar M. yusuf, Studi A-Qur’an, Surabaya, 2016, Amzah, 192 hlm 13
Kasmijan, Butiran butiran al-Iman, Bojonegoro, 2018, Karya Bakti Makmur, 326 hlm
Nahar Syamsu, “ Studi Ulumul Quran”, perdana Publishing, 2015, 180 hlm
UIN Sunan Ampel Press, Studi al-Quran, Surabaya,
2014, Gedung SAC.Lt.2UIN Sunan Ampel, 574 hlm
Ulya, “Berbagai pendekatan dalam studi al-Quran”, idea press, Yogyakarta, 2017, 129 hlm
Yasir Muhammad, Studi al-Quran, Pekanbaru-Riau, Asa Riau, 2016, 165 hlm
[1] Kasmijan,” Butiran butiran al-Iman”, (Bojonegoro, 2018, Karya Bakti Makmur), hlm .27
[2] Muhammad Ali Ash-Shabumy,” studi ilmu al-Quran” 1998, hlm 23
[3] Manna’ Khalil Al-Qattan, “Studi Ilmu-Ilmu Qur’an”, ( Mansyurat al-‘Asr al-Hadist, 1973), hlm 10
[4] Manna’ Khalil Al-Qattan, “Studi Ilmu-Ilmu Qur’an”, Mansyurat al-‘Asr al-Hadist, 1973, hal 10
[5] Ulya, “Berbagai pendekatan dalam studi al-Quran”, idea press, Yogyakarta, 2017, hlm 1
[6] HM Sahid, “’Ulum Al-Quran”, Pustaka Idea, Surabaya, 2016, hlm 31
[7] Prof. dr. Muhammad Ali Ash-Shabumy, “studi ilmu al-Quran”, 1998 hlm 43
[8] Subhi as-shahih,” mahbathih fi ulum al-Quran”, beirut dar al-ilm li al-malayani,1997
[9] Yasir Muhammad ade jamarudin,” Studi al-Quran”, pekanbaru-Riau, AsaRiau, 2016, hlm 45
[10] M. Muhammad Quraih shhab, “khazanah ilmu ilmu islam wawasan al-Quran” , bandung 40124, 1997, hlm 11
[11] Drajat H. Amroeni, “Ulumul Qur’an”, tapos-Cimanggis, 2017, KENCANA, hlm 23
[12] Manna’ Khalil Al-Qattan, “Studi Ilmu-Ilmu Qur’an”, Mansyurat al-‘Asr al-Hadist, 1973, hal 10
[13] Qs.al-Furqan (25): 1
[14]Qs.al-Hajr (15): 9
[15] Muhammad Ali Ash-Shabumy,” studi ilmu al-Quran” 1998, hlm 23
[16] Nahar Syamsu, “ Studi Ulumul Quran”, perdana Publishing, 2015, hlm 1
[17] Manna’ khalil al qahtthan, “studi ilmu ilmu al-Quran”, terj mudzakir AS, Cet2.

Alhamdulillah barakallah, semoga makalahnya bisa bermanfaat untuk banyak orang, menambah ilmu baru bagi pembacanya. Aamiin. Sukses selalu Dan semangat!!!
BalasHapusNdak nyesel mampir ke blog ini banyak manfaat dan ilmu yg didapet, terus berkarya semangaatt
BalasHapusWadidaw... Ndak nyesel juga .. Blognya bermanfaat bgt buat judul skripsi saya.. ..
BalasHapusSangat membantu. Lanjutkan dan tetap semangat dalam berkarya. Di tunggu karya selanjutnya
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusCongrat ya kaka
Semoga lebih banyak lagi karya selanjutnya ehe ehe
Sukses kaka
Sangat membantu bagi orang orang yang sedang menjalani tugas sebagai mahasiswa di bidang dakwah
BalasHapusAlhamdulillah.Barakallah terimakasih atas ilmunya semoga bermanfaat dan lebih baik kedepannya😊
BalasHapusMakalahnya bagus👏🏻👏🏻 tetap semangat dan terus belajar👍🏻 belajar dari bulu ketek, walaupun selalu terhimpit tapi tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh😅😆
BalasHapusAlhamdulillah,setelah membaca makalah kita dapat melihat bahwa makalah ini memberi pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat bagi kita yang mengkaji
BalasHapusTetap semangat mas Nasrul
BalasHapusGood, hanya saja kurang dalam EYD, tetap semangat belajar dan jangan pernah merasa puas dengan hasilnya:)))
BalasHapusMakalahnya sangat bagus bermanfaat untuk para pembaca semoga makalah selanjutnya bisa lebih bagus lagi.. Semangatt nasrul💪🏻
BalasHapusAlhamdulillah ini menambah wawasan dan pengetahuan kami. Terus semangat. ..Lanjutkan !!!
BalasHapusAlhamdulillah, makalah ini dapat memambah pengetahuan pemahaman, saya tunggu makalah² lainnya, keep sprit!!!
BalasHapusMasih ada terdapat kesalahan kesalahan, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi
BalasHapusAlhamdulillah bagus bisa menambah ilmu bagi pembaca dan mudah dipahami
BalasHapusMakalah yang bermanfaat bagi pembacanya.Semoga blog ini bisa bisa menambah ilmu pengetahuan kita.Amiin
BalasHapusmateri yang disampaikan bagus, semoga kedepannya lebih bagus lagi.
BalasHapusAlhamdulillah semoga bermanfaat. Sukses kedepannya.
BalasHapusGood job 👍...pembahasan materinya mudah dipahami dan bisa buat tambah referensi. Semoga karya nya bisa lebih baik dan lebih banyak lagi. Succes selalu.
BalasHapus
BalasHapusWebnya sudah bagus . semoga kedepannya bisa lebih baguss lagi .semoga ilmunya barokah dan bermanfaat ... semangat terus kak
احسنت يا نسرول
BalasHapusKarena semua kesuksesan dimulai dari hal yang kecil, terus berkarya.
Sangat bermanfaat, dan bisa dijadikan referensi pembelajaran. Semoga penulis bisa berkarya lebih baik lagi
BalasHapusمن جد وجد Semangat berproses dulur. Sebar kebaikan dan kemanfaatan kepada yang lain Barakallah 💙💛
BalasHapusSangat bermanfaat dan bisa dijadikan referensi pembelajaran dan kita bisa tau dari definisi Al Qur'an semoga bisa berkarya lagi
BalasHapusBarakallah apa yang telah disampaikan dan bermanfaat bagi kita semua
BalasHapusSip.. Bgus makalahnya Dan bermanfaat.
BalasHapusAlhamdulillah, good paper Nasrul, hopefully useful for those who read and bring blessings to those who make it.
BalasHapusalhamdulillah...materi yang disampakan menambah pengetahuan saya, semoga bermanfaat bagi semua orang :))
BalasHapusAlhamdulillah memang luar biasa temanku yg satu ini
BalasHapusAlhamdulillah, jngan berhenti disini trus semngat belajarnya jug, wes mga manfaat Iki, may Allah bless you
BalasHapusMantap, penulisannya sangat baik menurut saya. Materi yang dibawa pun sangat menarik untuk dibaca.
BalasHapussudah bagus. menurut saya isi materi mudah dipahami..
BalasHapusMateri yang disampaikan sudah bagus dan mudah dipahami,hanya kurang dalam EYD.tetap semangat,semoga kedepannya lebih baik lagi .
BalasHapusWebnya sudah bagus ... semoga kedepannya bisa lebih baguss lagi .semoga ilmunya barokah dan bermanfaat ... semangat terus min
BalasHapusBarokallah
BalasHapusSudah bagus
Semoga kedepannya lebih baik lagi
Semangat
Barakallahu fiik.. banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari sini. Isinya juga sudah bagus. Akan tetapi masih ada beberapa kata yang salah dalam penulisannya. Semangat terus dalam tholabul ilmi. Semoga ke depannya bisa lebih baik dan sukses selalu👍
BalasHapusMasyaallah, sangat bermanfaat untuk kita semua. Barakallah dan tingkatkan terus
BalasHapusMaterinya bagus, sangat membantu buat referensi tentang perbedaan Al Qur'an dan ulumul quran
BalasHapusMaterinya bagus👍
BalasHapusAlhamdulillah terimakasih materi nya sangat membantu. .barokallah
BalasHapusAlhamdulillah sudah cukup baik.
BalasHapusAlhamdulillah.. Ajibb �� makalahnya menarik bisa menambah wawasan bagi kita semua umat islam.. Lanjutkan..
BalasHapusTrimakish kawan sunnguh membantu sekali akan tetapi masih ada sih yang salah
BalasHapuspenulisannya
Yakkk lumayan sih Nasrul bagus kokk cuman ad akata yang salah sihh tapi udh perfect kok
BalasHapusBagus lumayan good jobb kawan l. Tapi y ono seng salah kata sehhh miasl e kyk ngono kae
BalasHapusWih kerennn tapi ya ada salah sih pencantuman nama ada yang salah food note nya juga ada yang salah tapi bagus dan lumayan kok
BalasHapusOuhhh bagitubta enak sih pembahasan e kerenn nasrul, bisa buat refrensi dan bacaan
BalasHapusOuhhh bagitubta enak sih pembahasan e kerenn nasrul, bisa buat refrensi dan bacaan
BalasHapusOkke oke makasih sarannya
BalasHapus